Usai Sudah Pelarian Tersangka Pembunuhan di RSUD Dadi Tjokrodipo

Usai Sudah Pelarian Tersangka Pembunuhan di RSUD Dadi Tjokrodipo

Kamis, 06 Mei 2021


WARTABERITA.CO.ID:

Bandar Lampung - Polda Lampung berhasil mengungkap kasus pembunuhan berdasarkan Laporan Polisi : LP / B-94/ III/ 2021/ LPG / Resta Balam/ Sektor TBS tanggal 22 Maret 2021 dengan korban atas nama Suhaidi (50) pekerja honorer Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung. 


Dalam keterangan persnya Kabid Humas Polda Lampung Kombes Zahwani Pandra Arsyad mengatakan, dalam waktu tiga puluh delapan hari Polda Lampung berhasil mengungkap tersangka  pembunuhan itu,  adapun tersangka yang berhasil di amankan atas nama AS bin MS (30) yang beralamat di Jalan Moch. Roem gang Melati Kelurahan Sumur Putri Kecamatan Teluk Betung Selatan Bandar Lampung. 


"Adapun kronologis peristiwa itu terjadi pada hari Senin tanggal 22 Maret 2021 sekitar  pukul 06:30 WIB di RSUD Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung,  ditemukan mayat korban terbungkus plastik warna coklat dan mengalami luka robek pada bagian leher, diduga korban tindak pidana pembunuhan," jelas Pandra, Senin (03/05/2021).


Ia melanjutkan, dari hasil penyelidikan yang dilakukan tim Reserse Mobile (Resmob) Subdit III Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Lampung, keberadaan tersangka telah  diketahui petugas, dimana tersangka saat itu bersembunyi di Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur. Kemudian pada hari Jumat tanggal 30 April 2021 sekitar pukul 14:00 WIB,  dengan dibantu oleh Tim Resmob Polresta Sidoarjo Polda Jawa Timur, dilakukan upaya paksa terhadap tersangka, dan saat ini Tim Resmob Polda Lampung bersama tersangka masih dalam perjalanan menuju Polda Lampung.


Barang bukti yang berhasil diamankan yakni, 1 (satu) buah gunting, 1 (satu) buah kantong plastik jenazah warna coklat, 1 (satu) buah kantong plastik sampah warna hitam, 1 (satu) buah kasur lantai warna merah. 


"Untuk motifnya sendiri, karena tersangka dendam dan sakit hati terhadap korban. Sementara itu  tersangka dijerat dengan Pasal 338 Kitab Undang Undang Hukum Pidana (KUHPidana) dengan ancaman pidana lima belas tahun," ucap Kombes Pol Zahwani Pandra.(**)