Sopir Yang Diduga Jadi Korban Pungli di Cengkareng Tidak Mewakili Sopir Seluruhnya

Sopir Yang Diduga Jadi Korban Pungli di Cengkareng Tidak Mewakili Sopir Seluruhnya

Senin, 12 April 2021


WARTABERITA.CO.ID: 

Jakarta - Dikutip dari pemberitaan yang beredar dari beberapa media online, Dimana RW 10 Kelurahan Kapuk Kecamatan Cengkareng Jakarta Barat, Bahwa sopir yang bernama Kusnadi itu tidak mewakili suara sopir lainnya.


Hal ini dikarenakan dari 30 orang sopir yang mewakili sopir lainnya itu tidak benar (hoax) Dan terjadinya pungutan liar tersebut menuai Pro dan Kontra. ini dilihat dari beberapa orang sopir yang siap melaporkan ke intansi kepolisan di antaranya, Lel. (AS) dan Lel.(BO)


"Kami aslinya keberatan para sopir sopir dengan adanya pungutan sebesar itu, cari duit di Jakarta itu susahnya setengah mati, apa lagi sedang adanya Virus  Corona Covid 19, ingin  mendapatkan uang 50 ribu rupiah itu susah.

Bagi kami uang sebesar itu sangat berharga "

Kata lel.(AS)


"Mereka takut kalau bilang  merasa  keberatan dengan pungutan sebesar 50 ribu rupiah uang di lakukan oleh oknum RW 10 karena ancamanya diderek oleh Dishub jika Tidak membayar", Sambung, AS


AS mengatakan, sebenarnya semua merasa keberatan dengan pungutan yang tidak tau judulnya uangnya akan di  kemanakan?,

Katanya buat kesosialan, sosialan yang mana ?," tanya AS


"Yang kedua kami dari seluruh sopir tidak ada kesepakatan sebelumnya untuk membayar parkir sebesar 50 ribu rupiah, adapun kami membayar itu karena takut diderek saja karna emang kami tau parkir disitu dilarang",

Kata AS


Dari tempat yang sama supir yang berinisal AR juga angkat bicara bahwa

adapun kesepakatan yang ada adalah kami seluruh supir minta dibuatkan kwitansi, tujuanya agar kalau sudah ada kwitansi kangan sampe ada yang minta lagi, dan menghindari orang yang mengatas namakan RW 10 untuk meminta kembali kepada supir supir.

"Selanjutnya kami jadi merasa  aman kalau ada kwitansi, kalau pun ada Dishub tinggal kita kasih unjuk aja kwitansinya ke petugas jadi tidak perlu menghindar kocar kacir, kita kan sudah bayar parkir, jadi ga perlu takut,

kita udah ga salah"

Kata AR dikutip dari Media PenaNewInvestigasi.com


Dia menjelaskan masalah keamanan parkir yang di ceritakan oleh marasumber yang bernama Kusnadi yang bilang sekarang lebih aman, Dulu dihanggu Preman itu cerita bohong  alias Hoaxs,

Setahu saya dari dulu tidak pernah ada preman menggangu.


"Yang ada juga setau saya,

Sekarang ini apabila yang tidak membayar uang parkir diderek sama Dishub,

Kan ketahuan mana yang bayar mana yang belum bayar atau tidak bayar uang parkir, Karena setiap kendaraan yang parkir disitu di catat  plat Nomernya"

Tambah IN"


AR yang jadi korban pungli mengatakan kalau awalnya  berat juga karna biasanya Rp 35,000 ko tau tau jadi Rp,50,000 suruh bayar yang ditulis di kwitansi.


"ya udahlah ga apa apa saya bayar cuma tolong lah jangan di utik utik lagi kita kan disitu cari makan,

Kalo menurut saya sih itu  minta duit untuk dia sendiri, tapi ga apa apa itu uang untuk bayar wilayahlah, kita ga mau tau uang mau di kemanakan yang penting saat saya mangkal aman jangan sampe kita mangkal selalu kocar kacir kalau ada Petugas datang, setelah kita sudah bayar parkir kan kita udah aman, Makanya kita ga usah takut takut lah kalau ada Petugas datang tinggal bilang aja kita udah bayar kasih unjuk aja kwitansinya sama Petugas," Tandas AR, saat di hubungi via telpn oleh wartawan OeNa New, Minggu (11/4/2021).


Dari tempat yang beda

Eri Ependi SH selaku Ketua Umum Aktvis Hukum LSM PEKA

Menyayangkan Oknum RW Yang membuat sanggahan di berbagai media Online.


"Buang buang energi, emang Sah sah saja membuat sanggahan, Tapi maksud saya ya sabar dulu nanti aja kalau mau ada pembelaan kan emang akan kami laporkan, Silahkan nanti buat pembelaan diri di pengadilan, atau nanti setelah dipanggil penyidik silahkan nanti jawab dihadapan penyidik bawa bukti bukti yang bisa lepas dari tuduhan diduga melakukan Tindak Pidana  Pungli " Pungkasnya.(***)