Konferensi Pers TP Narkoba, Polda Kalteng Musnahkan 760,07 Gram Sabu dan Amankan 6 Senpi Rakitan

Konferensi Pers TP Narkoba, Polda Kalteng Musnahkan 760,07 Gram Sabu dan Amankan 6 Senpi Rakitan

Kamis, 25 Februari 2021


WARTABERITA.CO.ID:

Palangka Raya - Komitmen aparat penegak hukum untuk mewujudkan Provinsi Kalteng Bersinar (Bersih dari Sindikat Narkoba) kembali dilakukan.


Hal tersebut terbukti dengan diselenggarakannya pemusnahan barang bukti Tindak Pidana (TP) Narkoba yang dipimpin Kapolda Kalteng Irjen Pol Dr. Dedi Prasetyo, bertempat di Loby Mapolda Kalteng, Kamis (25/02/2021).


Adapun jumlah barang bukti yang dimusnahkan kali ini berjumlah 760,07 gram shabu. "Perlu rekan - rekan ketahui, jika dalam kuantitas dalam penyalahgunaan narkoba ini menurun. Tetapi dari segi kualitas kini meningkat, karena diamankannya enam pucuk senpi rakitan jenis revolver dari sejumlah pelaku," kata Kapolda Kalteng, yang didampingi Kepala BNNP Kalteng Drs. Edi Swasono,  Kabinda Kalteng Brigjen Pol Drs. Slamet Urip Widodo, Kepala BPOM,  beserta unsur terkait lainnya.


Jumlah barang bukti tersebut, terang Kapolda Kalteng berasal dari Kota Palangka Raya sebanyak 584,34 gram dengan kasus berjumlah tujuh kasus dengan tersangka ada sembilan orang. Kesembilan tersangka itu berinisial AP (31), EP (26), MG (45), ML (34), MN (20), MS (40), AM (27), RM (49), HR (36).


Sedangkan di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur, Ditresnarkoba Polda Kalteng berhasil mengungkap lima kasus, barang bukti shabu seberat 120,72 gram dan tersangka sebanyak lima orang yang berinisial SM (43), HB (42), RS (45), JB (38).


Kemudian di daerah Kabupaten Gunung Mas, aparat penegak hukum tersebut telah menggagalkan satu kasus dengan barang bukti shabu seberat 55,01 gram serta tersangka berinisial AR (35).


Untuk diketahui, keenam pucuk senpi rakitan yang direleasikali ini, petugas amankan dari tersangka UL (54) dua pucuk, HR (21) satu pucuk, YR (32) dua pucuk dan RT (40) satu pucuk.


Pada kasus tersebut, para tersangka akan dijerat Pasal 114 Ayat (2) jo Pasal 112 Ayat (2) Undang - Undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukuman minimal lima tahun penjara dan denda 1 milyar rupiah,   maksimal 20 tahun penjara dan denda maksimal 10 milyar rupiah.(**)


Editor: Ryawan.