Konferensi Pers, Kebakaran Gereja Pantekosta Victorius Murni Korsleting Listrik

Konferensi Pers, Kebakaran Gereja Pantekosta Victorius Murni Korsleting Listrik

Kamis, 11 Februari 2021


WARTABERITA.CO.ID:

Buol - Berdasarkan olah TKP oleh Tim Inafis Satuan Reskrim Polres Buol, penyebab dari kebakaran Gereja Pantekosta Victorius murni akibat hubungan arus pendek (korsleting) listrik.


Dikabarkan kesimpulan dari hasil pengembangan olah TKP Satuan Reskrim Polres Buol inipun telah diterima oleh Pendeta serta pengurus Gereja Pantekosta Victorius yang beralamat di Jalan Gajah Mada, Lingkungan Tontoyon, Kelurahan Leok 1, Kabupaten Buol.


Kapolres Buol AKBP Dieno Hendro Widodo di dampingi Kasat Reskrim Iptu Heru Setiyono dalam keterangan persnya menyebutkan, hasil pengembangan olah TKP menemukan box MCB dan posisi kabel yang menyatu, terurai dan terdapat bekas seperti solder yang meleleh diduga kuat menjadi pemicu percikan api penyebab kebakaran.


"Dari keterangan saksi-saksi maupun dari pihak PLN dapat disimpulkan bahwa kebakaran tersebut bermula dari atap bumbungan Gereja yang berbahan baku kayu sehingga api dengan cepat menyebar dan menghanguskan seluruh bangunan dan perlengkapan ibadah yang berada di dalam gereja," terang AKBP Dieno Hendro Widodo, dihadapan awak media  pada konferensi pers, Kamis (11/02/2021)


Dalam insiden tersebut,  kerugian ditaksir  mencapai 3 milyar rupiah termasuk di dalamnya bangunan gedung, 1 unit kendaraan roda empat, 2 unit kendaraan roda dua, sound sistem Gereja dan perlengkapan ibadah yang hangus dilahap si jago merah. 


Dalam kesempatan itu juga, AKBP Dieno Hendro Widodo, juga berharap bila ada peristiwa maupun kejadian serta informasi tentang adanya indikasi yang akan menggangu kamtibmas diharapkan agar segera melaporkan kepada pihak Kepolisian terdekat.


Ditambahkan, AKBP Dieno Hendro Widodo, dalam mendukung program pemerintah dalam penanganan pandemi Covid-19, minta agar masyarakat senantiasa mematuhi Protokol Kesehatan dengan menerapkan 5M yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan membatasi mobilisasi.(***)


Editor: Ryawan.