Kadis Perindustrian Sulsel Lapor Penyelesaian 2 Rumah Produksi Pemintalan Sutera

Kadis Perindustrian Sulsel Lapor Penyelesaian 2 Rumah Produksi Pemintalan Sutera

Kamis, 25 Februari 2021


WARTABERITA.CO.ID:

Makassar - Kepala Dinas Perindustrian Provinsi Sulawesi Selatan, Ahmadi Akil melaporkan ke Gubernur Sulsel terkait penyelesaian pembangunan dua rumah produksi pemintalan sutera di Soppeng dan Wajo, serta rencana lelang mesin pemintal. Hal ini terkait dengan pengembalian kejayaan sutera di Sulsel.


"Ini upaya Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk mengembalikan kejayaan sutera untuk beberapa kabupaten, khususnya Soppeng dan Wajo", ungkapnya saat berada di Kantor Gubernur Sulsel, Rabu (24/02/21).


Pertama, untuk 2020 sudah selesai pembangunan fisik rumah produksi pemintalan di dua kabupaten. Anggaranya berasal dari APBD Provinsi Sulsel.


Lanjut dilaporkan, Tahun Anggaran 2021 juga mendapatkan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK). Nantinya untuk pembangunan rumah produksi tenun gedogan.


Berhubung, COVID-19 di tahun 2020, pengadaan untuk mesin peralatan pemintal diadakan pada Tahun Anggaran 2021.


"Inshaa Allah dalam dua minggu ini, akan kami ajukan ke ULP (Unit Layanan Pengadaan LKPP) untuk dilakukan lelang terkait pengadaan mesin itu", tegas Ahmadi.


Terdapat dua mesin yang akan beli untuk pemintalan, masing-masing untuk Soppeng dan Wajo. Memiliki kapasitas yang berbeda, untuk Wajo full otomatis, sementara Soppeng semi otomatis.


Kemudian pengadaan mesin celup. Hadirnya mesin dimaksud, akan meningkatkan nilai tambah kain sutera. Sehingga tidak lagi hanya menjual kain putih, tetapi dengan kain berwarna.


"Selama ini menjual kain putih, harapan kita ke depan tidak lagi menjual kain putih. Tetapi kain yang sudah punya warna. Sehingga nilai tambahnya akan ada. Inshaa Allah tahun ini akan terealisasi", ujarnya.


Mengingat peralatan tersebut erat kaitannya dengan kepentingan masyarakat Sulsel. Gubernur Sulsel kata Ahmadi, berharap bisa terealisasi secepatnya.


"Pak Gubernur berharap ini segera dilaksanakan karena ini kepentingan masyarakat di Sulawesi Selatan. Untuk sementara, dua daerah ini yakni Soppeng dan Wajo", pungkasnya. (**)


Editor: Ryawan.