Konferensi Pers Polda Kalteng, Waka Polda Kalteng Sampaikan Penangkapan Tersangka Ilegal Logging

Konferensi Pers Polda Kalteng, Waka Polda Kalteng Sampaikan Penangkapan Tersangka Ilegal Logging

Sabtu, 30 Januari 2021


WARTABERITA.CO.ID:

Palangka Raya - Kepolisian Republik Indonesia cukup serius dalam menangani tindak pidana lingkungan hidup seperti ilegal logging dan ilegal mining. Wujud dari keseriusan Polri dalam menangani  kejahatan tindak pidana lingkungan hidup, Polres Barito Utara jajaran Polda Kalteng berhasil meringkus sejumlah tersangka  ilegal logging di wilayah hukum Polres Barito Utara. Bertempat di halaman Polres Barito Utara, Senin (29/01/2021).



Waka Polda Kalteng Brigjen Pol Drs. Suryanbo Asmoro mewakili Kapolda Kalimantan Tengah, didampingi Kapolres Barito Utara AKBP Dodo Hendro Kusuma, membacakan rilis penangkapan kejahatan bidang lingkungan hidup.


Waka Polda Kalteng mengatakan kejahatan bidang lingkungan hidup baik ilegal minning maupun ilegal logging menjadi sorotan Polda Kalteng yang dimana menjadi  4 fokus Polda Kalimantan Tengah.


“Dari 5 buah truk yang berhasil diamankan Polres Barito Utara di dua titik yakni di Desa Luwe Hilir Kecamatan Lahei Barat dan Desa Kandui Kecamatan Gunung Timang berhasil mengamankan sekitar 43 m3, dengan jumlah tersangka sebanyak 4 orang ditangkap karena tidak bisa menunjukkan dokmen lengkap saat ditangkap,” ujar Waka Polda Kalteng.


Dirinya menambahkan, keempat tersangka  tersebut diantaranya MH, RS, MR, dan HR yang keempatnya merukan sopir dan merupakan warga Kalimantan Selatan dengan kendaraan yang dikendarainya diantaranya truk diesel Mitsubishi dengan No Pol  AG 9397 UD, truk diesel Toyota No Pol KT 8837 Y, truk diesel Mitsubishi  No Pol DA 8023 LM, truk diesel Mitsubishi dengan No Pol  DA 8247 PM yang memuat kayu gergajian jenis balau,” tambahnya.


“Para tersangka akan disangkakan dengan Pasal 83 Ayat (1) huruf b Jo Pasal 12 huruf e Undang Undang RI No. 18 Tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan pengrusakan hutan,” tutupnya.(*)


Editor: Ryawan.