Meski Minim Peserta, Festival Musik Akustik 2020 Bantaeng Sukses Terlaksana

Meski Minim Peserta, Festival Musik Akustik 2020 Bantaeng Sukses Terlaksana

Senin, 28 Desember 2020


WARTABERITA.CO.ID:

Bantaeng - Bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Provinsi Sulawesi Selatan (DisBudPar Sulsel) serta Sukasuka Event Organizer, pada Minggu siang (27/12/20) digelar Festival Musik Akustik 2020 Bantaeng oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Bantaeng (DisPar).


Panitia memilih Lapangan Futsal Jatiraga di Jalan Raya Lanto, Kelurahan Pallantikang, Kecamatan Bantaeng, Kabupaten Bantaeng sebagai lokasi acara. Di mana dapat dengan mudah dilakukan filterisasi kemungkinan padat penonton.


Pelaksanaannya terbilang sukses dan lancar meski di tengah Pandemi COVID-19. Hanya saja, pesertanya dibatasi pihak panitia guna meminimalisir berkumpulnya orang banyak.


Terlebih Bantaeng baru saja keluar dari zona merah menjadi zona orange. Akibatnya terjadi pembatasan-pembatasan untuk menggelar event.


"Jadi mungkin hari ini jumlah peserta kita kurang dari kondisi awal, tapi tidak mengurangi semarak kegiatan dan semangat kita melaksanakan kegiatan hari ini", ungkap Armawansyah selaku Ketua Panitia.


Pendaftar awalnya mencapai 33 tim. Ketua Asosiasi Musisi Indonesia Cabang Bantaeng itu juga menyebutkan bahwa terjadi penundaan sedikitnya 3 kali, yang mana sedianya selesai sebelum puncak peringatan Hari Jadi Bantaeng ke-766.


"Kegiatan ini kita set dengan tema Bantaeng Everywhere. Bantaeng itu tempat, tempat itu kami, kami adalah seniman dan kami orang-orang Bantaeng punya darah seni, Inshaa Allah", jelasnya.


Sementara, H Subhan selaku Kepala DisPar Bantaeng memaparkan bahwa hingga saat ini diperlukan kewaspadaan dalam berinteraksi, mengingat virus SARS-CoV-2 yang masih melanda hampir semua belahan dunia, khususnya Bantaeng.


"Harapanku, seandainya bukan corona, jangan dilaksanakan di tempat seperti ini. Saya maunya semua kegiatan kita laksanakan di tempat-tempat wisata, tapi karena Pandemi COVID-19 kita harus menyesuaikan", ujarnya.


Subhan berdalih, penempatan event di desrinasi wisata akan menambah pundi-pundi PAD (Pendapatan Asli Daerah). Bahkan serta merta bisa menjadi langkah efektif memasarkan obyek wisata lebih luas lagi. (*)


Editor: Ryawan.