Dzili, Bayi 8 Bulan Ini Harus Cangkok Hati, Butuh Uluran Tangan

Dzili, Bayi 8 Bulan Ini Harus Cangkok Hati, Butuh Uluran Tangan

Minggu, 06 Desember 2020


WARTABERITA.CO.ID:

Bandar Lampung - 

Muhammad Syadzili Mezar Ibrahim yang baru berusia 8 bulan, terbaring lemah di Rumah Sakit Cipto Mangun Kusumo (RSCM) Jakarta. Mata dan kulitnya terlihat menguning dan perut mulai membesar akibat menderita Atresia Bilier (pembengkakan pada hati dan limfa) yang kini sudah 10 centimeter sehingga harus segera menjalani dioperasi dengan biaya lebih Rp200.000.000 (dua ratus juta rupiah).


Bayi malang ini lahir melalui operasi Caesarean pada 21 Maret 2020 (kini berusia 8 bulan) dengan berat 2,3 kilogram dan panjang 47 centimeter saat usia kandungan 36 minggu. Sebelum dirawat di RS Cipto Mangun Kusumo Jakarta, bayi mungil ini sempat dirawat di Rumah Sakit Abdul Moeloek Bandar Lampung selama 14 hari.


Setelah dirawat beberapa hari di RSUD Abdul Moeloek, selanjutnya pada Mei 2020, bayi mungil Syadzili Mezar Ibrahim dirujuk ke RSCM Jakarta, dan masih menjalani perawatan hingga sekarang.


Muhammad Syadzili Mezar Ibrahim merupakan anak pertama pasangan Yulizar Fadly dan Meutia Rachmatia. Pasangan muda ini menyambut kelahiran putra pertama mereka dengan penuh suka cita. Namun kondisi putra pertama mereka yang lahir dengan kelainan hati ini, membuat keduanya sangat sedih. Pasangan muda asal Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara ini berharap anak mereka segera sembuh dan kembali ceria. Namun apa daya, karena keterbatasan ekonomi mereka hanya bisa pasrah dan berharap uluran tangan para deemawan, sebab operasi yang harus dilaksanakan membutuhkan biaya yang mencapai ratusan juta.


Yulizar Fadli, ayah bayi mungil ini mengungkapkan, dia dan istrinya awalnya tidak menyadari jika anak pertama mereka mengalami kelainan pada hati dan limfa. 


"Awalnya semua seperti normal, memang kulitnya agak menguning tapi kami kira itu biasa. Saat berusia 3 bulan, kedua ujung mata anak saya terlihat kuning. Kami bawa Dzili ke Rumah Sakit Daerah di Lampung Utara untuk dilakukan pemeriksaan darah lengkap," katanya. 


Hasil pemeriksaan, ujar Yulizar, HB Dzili rendah, kadar fungsi hati dan bilirubinnya pun sangat tinggi. Lalu dokter merujuk Dzili ke RSUD Bandar Lampung. Dzili dirawat selama 14 hari di RS tersebut. Dan pada hari ke-15, Dzili dirujuk ke RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat, untuk mendapat perawatan lebih lanjut.


"Saat itu saya dan istri sangat terkejut ketika bayi mungil kami ternyata harus dirujuk ke RSCM. Lebih kaget lagi saat dokter RSCM mengatakan Dzili harus dioperasi karena mengalami kelainan hati. Bayi kecil kami harus cangkok hati," ujar Yulizar sambil terisak, saat dihubungi melalui telepon Sabtu (5/12/2020).


"Dokter Gastro dari RSCM Jakarta bilang Dzili harus segera cangkok Hati. Oleh sebab itu, saya mesti mendonorkan separuh hati saya untuk Syadzili," ujar Yulizar Fadli, yang juga aktor dan cerpenis Lampung ini. 


Lebih lanjut Yulizar mengungkapkan agar transplantasi hati dapat terlaksana, sebagai pendonor dirinya wajib menjalani proses screening/pemeriksaan kesehatan yang membutuhkan biaya lebih 200.000.000.


"Kata dokter, transplantasi hati menjadi satu-satunya tindakan yang harus dijalani secepat mungkin karena Atresia Bilier (tidak terbentuknya saluran empedu) sehingga menyebabkan kerusakan pada organ hati. Kondisi ini menyebabkan perubahan warna kulit dan mata menjadi kuning serta perut yang perlahan membesar," ujar Yulizar. 


Selama dirawat di RSCM, Dzili menjadi sangat rewel. BAB-nya kuning pucat dan putih dempul. Kulitnya menjadi gelap. Perutnya perlahan membesar. Tanda hitam nampak jelas di bawah sepasang matanya. 


Rawat inap dan rawat jalan dilakoni Dzili bergantian. Imunisasi pun demikian. Asam Ursodeoksikolat, spironolactone, suplemen hati, dan vitamin K dimasukkan ke tubuhnya. Tes darah lengkap dan USG abdomen dua fase pun sudah dilaksanakan.


Hasilnya semuanya—termasuk hasil biopsi; operasi kecil untuk mengambil jaringan hati—mengarah pada satu kesimpulan: Atresia Bilier. 


Diketahui Atresia Bilier adalah kondisi bawaan lahir atau kongenital, di mana saluran dari hati ke kantong empedu tidak terbentuk normal. Secara cepat kondisi ini akan menyebabkan sirosis atau kerusakan hati.


Yulizar berharap bantuan dan santunan dari para dermawan berapapun nilainya akan sangat berarti bagi Dzili. Dia menegaskan akan melakukan yang terbaik bagi anak pertamanya itu agar Dzili punya hati baru dan sehat seperti anak-anak lainnya. 


Kepada para dermawan yang merasa terketuk hatinya untuk mendonasikan bantuan bisa memberikan donasi melalui Nomor Rekening 0488954440 BNI Syariah atas nama Meutia Rachmatia, Nomor Rekening 228401001845506 BRI atas nama Meutia Rachmatia.


Selain itu, Yulizar Fadli juga menyampaikan dia dan istrinya memutuskan untuk menggalang dana di campaign https://kitabisa.com/campaign/syadzilisembuh.


Saat ini #HatiuntukDzili juga sudah beredar di grup media sosial dan Aplikasi WhatsApp


Kepada para dermawan yang akan berdonasi melalui campaign https://kitabisa.com/campaign/syadzilisembuh, dapat membantu dengan cara:


1. Klik tombol “DONASI SEKARANG”

2. Masukkan nominal donasi

3. Pilih metode pembayaran GO-PAY, Jenius Pay, LinkAja, DANA, Mandiri Virtual Account, BCA Virtual Account, atau transfer Bank (transfer bank BNI, Mandiri, BCA, BRI, BNI Syariah, atau kartu kredit) dan transfer ke no. rekening yang tertera. 


Hingga berita ini dirilis donasi yang terkumpul berjumlah Rp 22.394.556.


(***)