10 Pilkada di Kalimantan, 9 Lolos Berdarah Bugis

10 Pilkada di Kalimantan, 9 Lolos Berdarah Bugis

Kamis, 17 Desember 2020


WARTABERITA.CO.ID - Pengamat mengatakan, Etos kerja yang tinggi membuat mereka dipercaya memimpin.


Hal ini berimbas pada calon kepala daerah keturunan Bugis, berjaya pada Pilkada di tanah Kalimantan. Khususnya di Kaltim dan Kaltara.


Siapa-siapa saja? 


Dikutip dari Makassar bukamata.


Di Kalimantan Timur, ada 10 Pilkada. Sembilan di antaranya dimenangkan calon berdarah Bugis. Versi hitung cepat.


Mereka adalah, Wali Kota Bontang, Basri Rase (Bugis Bone). Lalu, Wakil Bupati Kutai Kertanegara, Rendi S (Bugis Bone), Wakil Bupati Kutai Timur, Kasmidi Bulang (Bugis Pinrang), Wali Kota Samarinda, Dr Andi Harun (Bugis Bone Sinjai).

Lalu ada Bupati Berau, Sri Juniarsih (Bugis), Wakil Bupati Paser, Syarifah M (Bugis), Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas'ud (Putra Pinrang Mandar), Wakil Bupati Kutai Barat, Erdiyanto Arkan (Bugis), Bupati Paser Penajam Utara Abd Gani Mas'ud (Bugis Pinrang Mandar), Wakil bupati Paser Penajam Utara, Ir H Hamdam (Bugis Palopo).


Sementara di Kalimantan Utara, yang menang sebagai Gubernur Kaltara versi hitung cepat adalah Zainal Paliwang (Bugis Bone-Soppeng). Lalu bupati petahana, Hj Asmin Laura Hafid kembali terpilih memimpin Nunukan, Kalimantan Utara. Wanita kelahiran Tawau, Sabah, Malaysia itu, berdarah Bugis Bone.


Pengamat Politik Dr Firdaus Muhammad menilai secara umum, keturunan Bugis Makassar memang dikenal sebagai perantau ulung dengan bekal mental yang kuat.


Tidak jarang dalam perantauan, orang Bugis menarik perhatian dan simpatik masyarakat setempat karena etos kerjanya yang tinggi, juga jiwa sosialnya.


"Untuk orang Bugis, kita tahu ada motto yang sangat melekat pada mereka. Salah satunya tellue cappa (tiga ujung). Itu menjadi pegangan untuk mereka," terangnya.


Karenanya lanjut Firdaus Muhammad, bukan sesuatu yang mengejutkan jika kemudian banyak orang Bugis dipercaya menjadi leader ataupun kepala daerah.


"Saya kira itu semua bukan sesuatu yang mustahil. Buktinya yah itu mereka di Kalimantan mendapatkan kepercayaan," pungkasnya.(***)


(Chaidir/Ryawan)