Kadis Pendidikan Narasumber Pada Musyawarah Kerja Kepala Sekolah se-kabupaten Bantaeng -->

Kadis Pendidikan Narasumber Pada Musyawarah Kerja Kepala Sekolah se-kabupaten Bantaeng

Kamis, 13 Agustus 2020


WartaBerita.co.id - Kepala Dinas Pendidikan dan kebudayaan Kabupaten Bantaeng, Drs. Muhammad Haris, M.si menjadi narasumber pada Musyawarah Kerja Kepala Sekolah Tingkat SMP-MTs se- Kabupaten Bantaeng.

Kegiatan dilaksanakan di halaman SMP Negeri 1 Bissappu, Kecamatan Bissappu, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, Rabu (12/8/2020)

Mengambil Tema "Bersama Kita Bergerak", Dengan Didampingi, Kepala bidang pembinaan SMP, Kepala Bidang Ketenagaan, Koordinator pengawas. Kadis Pendidikan Kabupaten Bantaeng menjelaskan tujuan diadakannya musyawarah tersebut dengan dihadiri sebanyak 42 Kepala Sekolah Tingkat SMP-MTs se-Kabupaten Bantaeng.

"Kita melakukan Musyawarah ini untuk menyamakan pemahaman, persepsi kita terkait dengan pembelajaran jarak jauh yang sudah kita laksanakan sejak bulan Maret sampai dengan bulan Agustus ini", Kata Muhammad Haris.

Dia menjelaskan, Bagaimana secara bersama-sama menyiasati kendala-kendala yang dialami tentang pembelajaran pada masa pandemi dan membahas penerapan pembelajaran dengan menggunakan kurikulum darurat.

Menjawab tentang efektivitas penggunaan kurikulum darurat tersebut, Dia mengakui bahwa kurikulum ini dibuat sesuai dengan kondisi pandemi saat ini. Dan dibuat dalam rangka memberikan layanan kepada peserta didik yang merupakan tanggung jawab sebagai pendidik.

"Kurikulum ini tentulah kurikulum yang tidak sama dengan kondisi normal, Sebagai contoh kita lebih menekankan  bagaimana konsep mata pelajaran atau buku-buku materi yang disampaikan kepada siswa dengan tidak menampilkan siswanya di sekolah", Ungkap Kadis

Lebih Lanjut, Kadis Pendidikan Kabupaten Bantaeng mengatakan bahwa saat anak didik belajar mandiri di rumah, Terkhusus di kabupaten Bantaeng sebanyak 42 Kepala Sekolah untuk menerapkan bahan mengajar dengan tidak menampilkan kondisi siswa.

"Dimana kondisi stres orang tuanya juga ikut stres, Sehingga guru harus membuat suatu kurikulum yang bisa dikerjakan dan  dipahami oleh siswa selama masa pandemi ini ketika belajar mandiri di rumah", Pungkasnya.



(Ryawan).