Kadis Dikbud Bantaeng Akan Beri Sangsi Pada Sekolah Yang Bebani Biaya Pada Murid -->

Kadis Dikbud Bantaeng Akan Beri Sangsi Pada Sekolah Yang Bebani Biaya Pada Murid

Kamis, 13 Agustus 2020


WartaBerita.co.id - Musyawarah Kerja Kepala Sekolah Tingkat SMP-MTs se- Kabupaten Bantaeng. dilaksanakan di halaman SMP negeri 1 Bissappu Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, Rabu (12/8/2020).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bantaeng, Drs. Muhammad Haris, M.si, Kumpulkan sebanyak 42 kepala sekolah pada musyawarah kerja tersebut.

Tujuannya adalah penyamaan persepsi dalam penerapan pembelajaran pada masa pandemi covid-19 khususnya di Kabupaten Bantaeng.

Pada musyawarah kerja tersebut Kadis pendidikan membuka kesempatan tanya jawab tentang kendala yang dialami sekolah sekolah selama masa pandemi covid-19 ini.

Usai memimpin musyawarah, Awak ini berhasil mendapat tanggapan  hasil musyawarah tersebut dari Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bantaeng, Drs.Muhammad Haris, M.si

Salah seorang Kepala sekolah menjelaskan adanya pembengkakan penggunaan dana saat pelaksanaan pembelajaran dimasa pandemi ini, Terutama dana foto copy atau penggandaan materi mata pelajaran, Dia mengakui telah membeli kuota 250 data, Dan telah mempergunakan sekitar 20 juta untuk penggandaan lembar kerja siswa (LKS) itupun hanya pada tahap pertama.

Menanggapi hal tersebut, Kadis Pendidikan Bantaeng menawarkan pemberlakuan efisiensi dalam penggunaan dana. Dia mengakui hampir semua sekolah yang melakukan pembelajaran jarak jauh dengan bentuk Luring, Kandungannya sama yakni pembengkakan dana penggandaan bahan ajar yang akan dibawa ke satuan pendidikan.

"Solusi yang ditawarkan dari hasil pemantauan dilapangan bahwa solusi yang terbaik adalah menggabungkan materi dari mata pelajaran satu dengan mata pelajaran lain", Ujar Muhammad Haris

"Kemudian ada tiga mata pelajaran digabungkan, Dimana semua standar kompetensi dasarnya itu saling terkait, Inilah yang kemudian dijadikan satu, Sehingga volume materi itu lebih ringan dan lebih sedikit lembaran kertas yang digunakan", Lanjutnya

Dia Juga menjelaskan bahwa sesuai Permendikbud nomor 19 tahun 2020 adalah pemberian keleluasaan kepada sekolah dalam menggunakan anggaran dana BOS.

"Bagaimana disini Sekolah juga melawan Covid-19, Kemudian kendala-kendala yang dianggap sangat penting dalam pembelajaran harus dibiayai oleh dana BOS, misalnya penggandaan bahan ajar ke rumah siswa, transfortasirnya harus dibiayai oleh dana BOS.

"Saya akan memberikan sanksi yang tegas jika ada yang memberikan tugas kepada anak-anak yang kemudian tugas itu harus di foto copy, Diperbanyak atau digandakan lantas biaya biaya dibebankan kepada orang tua siswa. Itu sesuatu yang sangat tidak benar sesuai dengan juknis nomor 19 tahun 2020", Tegas Kadis Pendidikan Kabupaten Bantaeng.


(Ryawan)