Terkait Kematian Sugianto di Bantaeng, GAM Demo Kejati Sulsel, Pihak Kejati: Kami Belum Terima Berkas Perkara dari Polda Sul-sel -->

Terkait Kematian Sugianto di Bantaeng, GAM Demo Kejati Sulsel, Pihak Kejati: Kami Belum Terima Berkas Perkara dari Polda Sul-sel

Rabu, 15 Juli 2020


WartaBerita.co.id : MAKASSAR - Puluhan mahasiswa dari Gerakan aktivis mahasiswa (GAM) Kembali melakukan unjuk rasa (Demonstrasi) di Depan Kantor Kejaksaan tinggi (Kejati) Sulawesi selatan di Jalan Urip Sumiharjo Kota Makassar (Rabu, 15/7/2020)

Aksi ini dipicu akibat lambatnya penanganan perkara penganiayaan yang mengakibatkan kematian (Pembunuhan) terhadap Alm. Sugianto yang berumur 23 Tahun dan yang diduga terlibat adalah oleh empat orang oknum Polisi resosrt (Polres) Bantaeng (Inisial HA, KH, TR, NY) dan satu orang masyarat biasa (AD alias CA) pada tanggal 8 November 2019 lalu yang mana Tempat kejadian perkara (TKP) di Pos Lantas Polres Bantaeng dan telah dilaporkan secara resmi di Mapolda Sul-sel pada tanggal 19 November 2019 dengan LP B/417/XI/2019/SPKT POLDA SULSEL.

Upe selaku koordinator aksi GAM menyampaikan dalam orasinya bahwa pihak kejati sulsel harus bekerja sesuai Peraturan Jaksa Agung (PERJA) No: PER-036/A/JA/09/2011 Tentang Standar operasional prosedur penanganan perkara tindak pidana Umum.

Kejati Sul-sel segera melakukan P.21 berkas perkara yang melibatkan oknum Polres Bantaeng untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya di muka pengadilan, teriak Koordinator aksi.

"Yang mana harus diketahui publik bahwa Alm. Sugianto ini dianiaya tanpa sebab yang jelas sampai meninggal dunia dengan dugaan pelaku menggunakan benda Tumpul sebagaimana keterangan para saksi dan diperkuat dengan hasil Visum er refertum dari RSUD. Bantaeng,"Urainya

Sementara ditempat yang sama Andrias ado juga berorasi bahwa SPDP Nomor: A.3/05/I/RES.1.6/2020/KRIMUM POLDA SULSEL telah di terima kejati Sul-sel pada tanggal 14 Januari 2020 dan sampai sekarang berkas perkara tersebut masing mengembang tanpa kepastian hukum, ini menyangkut nyawa sesorang dan pelaku harus dipenjarakan tanpa melihat status para pelaku.

Irwan. SH Selaku Kasi. C mewakili Kasi Penkum Kejati Sul-Sel mengatakan bahwa sejak terbitnya Surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) mengaku belum menerima berkas perkara.

"Kami belum menerima berkas perkara dari Polda Sul-Sel selaku penyidik kasus kematian Alm. Sugianto yang terjadi di Kabupaten bantaeng tahun 2019 lalu", Ungkapnya dihadapan demonstran

"Kami sudah berkoordinasi dengan pihak Polda sul-sel untuk segera melampirkan (Mengirim) berkas perkara tersebut namun sampai sekarang belum kami terima dari Polda Sul-Sel jadi kami belum teliti berkas tersebut dan kami belum bisa P.21 kasus tersebut", jelasnya

"Silahkan adek-adek GAM Pertanyakan di Polda Sul-Sel", Ucap Irwan didepan massa demonstran

Setelah mendapat penjelasan GAM membubarkan diri dengan aman dalam pengawal pihak Polsekta Panakkukang makassar dan GAM dalam waktu dekat akan berunjuk rasa dipolda Sul-Sel menindaklanjuti kasus tersebut Sebagaimana apa yang disampaikan pihak Kejati Sul-sel.

(**Ryawan)