Objek Wisata di Agam Terapkan Pembayaran Non Tunai

Objek Wisata di Agam Terapkan Pembayaran Non Tunai

Kamis, 11 Juni 2020

"Segenap Staf Dan Management Warta Berita Mengucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan 1441H "



WartaBerita.co.id -  Pemerintah Kabupaten Agam Provinsi Sumatera Barat, mulai menerapkan pemungutan restribusi masuk dan parkir di objek wisata dengan cara non tunai.

Seiring diterapkannya new normal atau tatanan normal baru berkaitan dengan kondisi suasana sekarang.
Dimana Kepala Disparpora Kabupaten Agam,
Syatria mengatakan, retribusi masuk dan parkir melalui sistem non tunai, dengan memanfaatkan aplikasi dan kartu. Sistem ini baru diberlakukan di sektor pariwisata Kabupaten Agam, maka perlu sosialisasi lebih lanjut.

Pemungutan biaya masuk dan parkir diobjek wisata sesuai perda nomor 2 tahun 2012, bahwa  tentang pungutan retribusi jasa usaha dengan adanya kisaran untuk biaya  masuk sebagai berikut, Untuk tarif masuk orang dewasa sebesar Rp.3.000 per orang, dan untuk anak-anak Rp.2.000 per orang. Sedangkan tarif parkir untuk roda dua Rp.2.000 dan untuk roda 4 Rp.3.000.

Menurut Kadis pariwisata  Pemuda dan Olah Raga Kab.Agam, retribusi dengan sistem non tunai dilakukan supaya pengunjung tidak ada menggunakan uang tunai, yang menjadi salah satu media penyebaran Covid-19. Di samping itu juga sebagai upaya peningkatan pelayanan menggunakan sistem digital.

“Dengan diberlakukan non tunai di objek wisata Linggai, secara bertahap juga akan diterapkan di objek wisata lain. Sedangkan objek wisata dikelola swasta diserahkan kepada pengelolanya sejalan dengan ketentuan yang diterapkan pemerintah,” terangnya.

Ia menjelaskan, sebelum objek wisata dibuka pihaknya telah melakukan pembenahan terutama penyediaan tempat cuci tangan.
Di objek wisata Linggai disediakan 2 tempat cuci tangan, satu di pintu masuk dan 1 lagi di dalamnya.

Syatria menegaskan, petugas dan pengunjung diharuskan memakai masker dan cek suhu sebelum masuk objek wisata. Tidak dibenarkan melakukan kegiatan yang menimbulkan kerumunan sebagai upaya mengantisipasi penyebaran Covid-19.
(Anto)