Di Duga Ada "PUNGLI" di Yayasan MTs AL-FALAH Arungkeke Jeneponto -->

Di Duga Ada "PUNGLI" di Yayasan MTs AL-FALAH Arungkeke Jeneponto

Selasa, 30 Juni 2020


WartaBerita.co.id - Jeneponto
Beberapa wali murid yang anaknya bersekolah di MTs AL-FALAH Arungkeke Jeneponto datang mengadu kepada salah satu Pengurus Yayasan AL-FALAH Arungkeke. Mereka mempertanyakan soal pembayaran pengambilan ijazah dan rapor yang nilainya bervariasi.
Untuk pengambilan rapor dikenakan biaya Rp. 55.000.- dan pengambilan Ijazah dikenakan biaya Rp. 100.000.-

"Ku are kamma kammanne gratis mi parongkosan sikolayya karaeng (dalam bahasa logat makassar) SAYA PIKIR SEKARANG INI BIAYA DI SEKOLAH SEMUA GRATIS KARAENG" ungkap salah satu wali murid kepada pengurus yayasan.
Setelah kami mendengar adanya aduan wali murid kepada salah satu pengurus yayasan, sesegera mungkin kami kontak via whatsapp Kakandep Agama Kabupaten Jeneponto dan menanyakan soal pungutan ini.
"Tidak pernah ada perintah atau himbauan untuk melakukan pembayaran kepada siswa penerima rapor atau pengambilan ijazah" kata H. Sahar (Kakandep Agama Kabupaten Jeneponto) via WhatsApp.


Sementara itu, pada hari Selasa 29-06-2020 bertempat di Mushalla MTs AL-FALAH Arungkeke Jeneponto. Pimpinan Yayasan AL-FALAH Bapak H. MUH YUSUF PAKIHI SH.M.Ap mengumpulkan semua pengurus yayasan untuk duduk bersama membahas aduan wali murid tentang adanya biaya pengambilan rapor dan ijazah.



Acara pertemuan itu di pandu oleh Sekretaris Yayasan AL-FALAH Arungkeke Bapak MANSYUR KR. GAU S.Or dan di lanjutkan dengan audiens antara Pengurus Yayasan dan Guru PNS serta Guru Honorer yang bekerja pada Yayasan tersebut.


Terkait persoalan pungli ini yang menjadi topik pembicaraan, ada salah satu Guru PNS yang sempat menanyakan kepada pengurus yayasan.
"Kenapa ada perbedaan antara Aliyah dan Tsanawiyah, di Aliyah untuk pengambilan rapor dan ijazah itu gratis sementara di Tsanawiyah harus bayar" tanya Ibu MUSLIANA.


Setelah acara pertemuan tersebut selesai, kami WartaBerita mengadakan interview dengan Ketua Yayasan dan mempertanyakan persoalan pungli yang di lakukan oleh Oknum salah satu tenaga pengajar di MTs.
"Silahkan di lanjutkan ke proses hukum jika memang terdapat bukti tentang adanya pungutan itu kepada wali murid atau orang tua siswa" kata KR. JARRE kepada WartaBerita.


Izzack AL Iskandart