Akibat Putus Sekolah, Pemicu Terjadinya Nikah di Bawah Umur

Akibat Putus Sekolah, Pemicu Terjadinya Nikah di Bawah Umur

Rabu, 03 Juni 2020

"Segenap Staf Dan Management Warta Berita Mengucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan 1441H "



WartaBerita.co.id -  Pengadilan Agama (PA) Lubuk Basung Kabupaten Agam Prov.Sumatera Barat bahwa tercatat dan memprediksi pengajuan izin atau dispensasi nikah di Kabupaten Agam bakal meningkat dan tercatat per akhir Mei 2020, ada 10 pemohon yang mengajukan dispensasi nikah.

Ketua PA Lubuk Basung Afrizal, S.Ag, M.H menyebut baru memasuki pertengahan tahun 2020, pemohon dispensasi nikah tercatat cukup banyak. Pihaknya mengatakan, jika dibandingkan tahun lalu, tahun sekarang mengalami peningkatan, dengan hasil konpermasi dengan Kepala Pengadilan Agam Lubuk Basung bahwa, kalau yang jadi ukuran undang undang nomor 16 tahun 2019 perubahan uu nomor 1 tahun 1974,  maka ada peningkatan permohonan dispensasi nikah karena umurnya belum sesuai undang undang

Dibandingkan dengan sebelumnya ada peningkatan permohonan dispensasi nikah karena batas umur boleh menikah sekarang 19 tahun.
Sebelumnya sesuai uu nomor 1 tahun 1974 hanya 16 perempuan dan 19 laki laki, permohonan dispensasi nikah pada tahun sebelum-sebelumnya, kata Afrizal, tercatat hanya 2 atau 3 pemohon. Sementara hingga akhir Mei 2020, sudah mencapai 10 pemohon.

Sebetulnya menurut dia, pernikahan anak yang masih belum cukup umur tidak dianjurkan, baik secara agama maupun peraturan pemerintah. Namun setelah revisi Undang-Undang Perkawinan, jumlah pemohon dispensasi justru meningkat.

"Dispensasi nikah diberikan kepada calon pasangan suami istri yang belum mencukupi persyaratan sesuai dengan Undang-Undang Perkawinan. Persyaratan sebelumnya untuk laki-laki minimal berusia 19 tahun dan perempuan minimal 16 tahun. Sekarang sama-sama 19 tahun," jelasnya saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (3/5/2020).

Menurut Afrizal, pemicu utama pengajuan dispensasi berasal dari warga yang berprofesi sebagai petani. Kemudian, persoalan putus sekolah juga menjadi pemicu seseorang untuk menikah dalam umur relatif muda.

"Saat ini dispensasi nikah di 4 kecamatan di sini seperti menjadi tren. Namun kita berharap kesiapan mental, baik secara internal maupun eksternal, sangat dibutuhkan dari pasangan yang akan menikah," pungkasnya.

( Anto)