Terputus Sudah Tiga Cluster Utama Penyebaran Covid-19 di Agam

Terputus Sudah Tiga Cluster Utama Penyebaran Covid-19 di Agam

Minggu, 17 Mei 2020

"Segenap Staf Dan Management Warta Berita Mengucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan 1441H "



WARTABERITA.CO.ID:
AGAM - Terputus SudahTiga Cluster Utama Penyebaran Covid-19 di Agam terputus sudah Jn dan Ag sudah dinyatakan sembuh dan dibolehkan pulang ke rumahnya masing .

Sebanyak 365 orang yang terkontak langsung dengan tiga cluster utama  positf Covid- 19 di Agam Prov.Sumatera Barat, telah berhasil dituntaskan melalui tracing yang dilakukan pada 6 Kecamatan di Agam, kecamatan Baso, Kamang Magek, Tilatang Kamang, IV Angkek, Canduang, dan Lubuk Basung.

Seluruhnya sudah di swab dan diperiksa di laboratorium UNAND. Sejalan dengan itu, terhadap mereka diberlakukan isolasi baik secara mandiri maupun di tempatkan di BPSDM besok menjelang hasil swab diketahui.

Ketiga Cluster utama tersebut terdiri dari: (1) Cluster “J”  sebanyak 13 orang: 1 orang dinyatakan positif dan 12 orang dinyatakan negatif. (2) Cluster “AG” sebanyak 168 orang: 8 orang dinyatakan positif dan 156 dinyatakan negatif.
(3) Cluster “WN” sebanyak  184 orang: 2 orang dinyatakan  positif  dan 182  dinyatakan negative.

Selain tiga cluster diatas, juga terdapat 2 orang OTG positif lainnya  yaitu  Sdr “RI” Pelaku Perjalanan dari Jakarta  dan “RD”  Karyawan RSAM Bukittinggi.

Total OTG/ODP Positif di Kabupaten Agam sampai saat ini tercatat sebanyak 17 Orang. Dua orang sudah sembuh atau dinyatakan negative dan sudah dibolehkan pulang kerumahnya. Sisanya 2 orang di isolasi di RSAM Bukittinggi dan 13 orang diisolasi di BPSDM Padang Besi, Padang.

Dalam rapat evaluasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Kabupaten Agam yang dipimpin langsung oleh Bupati Agam Dr Indra Catri selaku Ketua Gugus Pelaksana Minggu malam (17 Mei) terungkap,  betapa  pentingnya kesiap siagaan seluruh unsur  pendukung pelaksanaan tugas penanganan covid 19 di Agam. Walaupun kita merasa sudah siap  namun begitu dihadapkan dengan kejadian yang sesungguhnya  tetap saja ada yang dirasakan kurang. Dari Pengalaman tersebut  Indra Catri  menekankan kepada seluruh anggota Gugus Tugas agar  selalu berkoordinasi dengan seluruh pihak  terkait dan memastikan sarana pendukung kerja dilapangan tersedia dengan cukup. 

“Untuk itu, saya akan terus mencek serta melakukan uji coba kesiapan petugas  di lapangan “  tukasnya. Perhatian lebih nampaknya perlu diberikan kepada petugas Kesehatan agar bisa bekerja sesuai Protap agar tidak terpapar pada saat menangani pasien yang terpapar.  Kita sangat risau melihat fakta banyaknya Petugas Kesehatan Puskesmas yang terpapar positif dalam  melaksanakan tugasnya, sebut Indra Catri

Menyikapi hal di atas,  Ketua Harian GTP2 Covid Agam  M.Dt. Maruhun menghimbau seluruh pihak terkait dalam penanganan covid 19 agar semakin meningkatkan pemantauan dan pengawasan  terhadap pendatang  dan perantau  yang  pulang kampung. Kepada seluruh masyarakat diharapkan tetap  disiplin dengan mematuhi protokol covid 19 yang sudah dibuat oleh Pemerintah.

Sejalan dengan himabuan di atas, Bapak “AG”,  dan  “JN”   juga menyampaikan  himbaan kepada  seluruh masyarakat agar lebih mengindahkan himbauan pemerintah dan para ulama.

Pada dasarnya beliau terpapar covid 19 karena kurang disiplin dalam mengendalikan diri agar tidak kuluar rumah dan mengunjungi keramaian.

Kedepan marilah kita saling menjaga, saling membantu, saling melindungi diri secara bersama-sama agar keluarga, sanak saudara, dan orang disekeliling kita tidak terpapar corona lagi seperti yang pernah kami alami. Sungguh kami sangat mengharapkan agar tidak ada lagi warga Agam yang terdampak seperti kami ini. Walaupun selama dirawat kami mendapatkan pelayanan yang sangat baik namun perasaan tetap tidak enak apalagi jauh dari sanak  saudara dan tidak boleh ditemani. Sekiranya Allah SWT memanggil  kami  selama dirawat di kemaren maka pertemuan kami terakhir dengan sanak keluarga  adalah disaat mereka melepas kami dirumah  sewaktu mau ke  RSAM”.

Pada bagian lain beliau-beliau itu secara terpisah juga mengucapkan terim kasih yang sebesar besarnya kepada Pemerintah Kabupaten Agam  kepada  Bupati Agam Nyiak Dt.Malako Nan Putiah atas kecepatan beliau menangani kami dan anak-anak kami berdua, kepada masyarakat yang mungkin terpapar karena kami, juga kepada seluruh Petugas RSAM yang telah merawat kami selama 13 hari.  Kami mohon dimaafkan  terutama dari  Masyarakat  yang mungkin terpapar karena kami,

Bupati Agam menyampaikan rasa syukur atas kesembuhan  “ JN dan AG” sekaligus mengucapkan selamat dan berharap agar pengalaman yang didapat disapaikan kepada seluruh anak kemenakan, sanak keluarga, dan handai tolan lainnya. Apalagi hari raya semakin dekat, dikawatirkan kemungkinan terjadinya Transmisi Lokal akan semakin tinggi. Marilah kita rayakan Lebaran Tahun ini sambil berdo’a kepada Allah SWT, agar bencana Covid- 19 ini cepat berakhir.  Mari kita saling menahan diri: “Nan Sakali kini ba harirayo tanpa jalang manjalang,  cukup di rumah Sajo, jan lupo pakai masker”  himbau Indra Catri mengakiri.humas.

    (Anto)