Pekerjaan Proyek Gedung RSUD Lubuk Basung, Pekerjanya Dari Daerah Zona Merah. -->

Pekerjaan Proyek Gedung RSUD Lubuk Basung, Pekerjanya Dari Daerah Zona Merah.

Minggu, 10 Mei 2020


WARTABERITA.CO.ID:
AGAM - Pembangunan Proyek Gedung RSUD Lubuk Basung dimana pekerjanya didatangkan dari daerah zona merah yaitu dari Kota Padang, karena sekarang berada dalam ditengah kemelut wabah covid-19, Yang melanda bangsa ini, membuat kecemasan masyarakat semakin memuncak.

Di tambah lagi dengan kegiatan pekerjaan proyek RSUD Lubuk Basung, mendatangkan pekerja dari daerah Zona merah. Masyarakat Lubuk Basung semakin kuatir dan merasa takut dengan keberadaan pekerja proyek pembangunan gedung di RSUD Lubuk Basung, karena pekerja yang di datangkan tersebut berasal dari daerah zona merah.

Dengan di datangkannya pekerja dari zona merah tersebut, Sudah dapat di pastikan, mereka itu berstatus ODP. Bahkan yang lebih mengerikan lagi, Bisa saja pekerja tersebut berstatus Orang Tanpa Gejala ( OTG). Dalam status OTG yang terdapat pada orang yang telah di tetapkan sebagai ODP sangat sulit untuk bisa di deteksi. Hal inilah yang menjadi kecemasan kita bersama.

Seseorang yang telah di tetapkan ODP, apabila dia meninggal, Proses penyelenggaraan jenazahnya harus sesuai protokol penanganan covid-19. Sebelum hasil swabnya dinyatakan negatif.

Hal ini sangat berbanding terbalik apa yang telah di terapkan RSUD Lubuk Basung, Yang telah memperkerjakan ODP sebanyak 14 orang itu. Sepertinya ini sengaja dilalaikan SOP atau protokol yang telah ditetapkan.

Hasil konfirmasi ketua DPW LSM Garuda Nasional Sumatera Barat Bj. Rahmat melalui via WA dengan di Dirut RSUD Lubuk Basung, menyebutkan dan mengakui ada pekerja yang berasal dari kota Padang sebanyak 14 orang.

"Dirut, RSUD Lubuk Basung   dr. Syahrizal Antoni, Saat dikonfirmasi melalui via whatsApp menjelaskan, Untuk pelaksanaan pekerjaan pembangunan gedung radiologi jumlah pekerja 28 orang, dari padang 14 orang, lokal 14 orang. Sesuai dengan instruksi menteri PUPR no 2 tahun 2020 tentang protokol pencegahan Covid- 19 dalam penyelenggaraan jasa konstruksi, PPK telah melakukan pendataan seluruh pekerja. Dan juga telah membentuk satgas covid 19 yang di ketuai oleh sekretaris PPI, 4 anggota yang terdiri dari 2 dari pihak penyedia jasa dan 2 dari pihak pengguna jasa. Kami melakukan pengukuran suhu pada seluruh pekerja setiap hari. Memberikan sosialisasi dan edukasi tentang Covid- 19 pada pekerja. Menyediakan alat pengukur suhu dan kotak P3K. Menyediakan sarana cuci tangan di areal lokasi proyek.

Untuk pekerjaan pembangunan gedung rawat inap, jumlah pekerja 6 orang, semua dari padang, sudah dilakukan pendataan dan pengukuran suhu dari pihak PPI dan bidang penunjang. Pekerjaan baru tahap persiapan yaitu memagar lokasi dan menyiapkan sarana direksi kit", jelas Syahrizal Antoni

Sementara itu, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Lubuk Basung Devitra Romiza SH MH , Saat dikonfirmasi via whatsapp oleh Bj.Rahmat menyebutkan, Pihaknya akan memonitor permasalahan ini.

    (Tim)
Editor: Redaksi