Himbauan Agar Sholat Berjama'ah di Masjid Sementara ditiadakan, Ini Tanggapan Pengurus Masjid

Himbauan Agar Sholat Berjama'ah di Masjid Sementara ditiadakan, Ini Tanggapan Pengurus Masjid

Minggu, 03 Mei 2020


WARTABERITA.CO.ID:
BANTAENG - Dunia dilanda wabah virus Corona (covid-19), dan sudah menelan ribuan korban jiwa akibat keganasan penyebarannya.

Tak terkecuali negara kita tercinta Republik Indonesia juga mengalami hal serupa.

Menyikapi hal ini, pemerintah pusat melalui presiden RI, Ir.Joko Widodo sudah mengeluarkan status Negara sebagai Darurat Bencana Nasional sejak tanggal 13 April 2020 lalu.

Melihat persoalan ini pemerintah pusat dan daerah bahu membahu berupaya untuk melakukan segala tindakan pencegahan untuk menyelamatkan jiwa bangsa indonesia pada umumnya.

Himbauan, Arahan bahkan sampai Larangan di berlakukan. Dari sisi keagamaan negara melibatkan MUI untuk mengeluarkan fatwa yang mengharuskan agar ummat Islam khususnya untuk tidak melakukan ibadah sholat berjama'ah di masjid dan dianjurkan dilakukan dirumah saja.

Untuk kabupaten Bantaeng, Pemerintah kabupaten Bantaeng meneruskan arahan Pemerintah pusat lewat protokol kementrian kesehatan RI, telah membentuk Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan covid-19.Dan salah satu tugasnya melakukan Himbauan ke masyarakat akan bahaya Pandemi covid-19 ini.

Salah satu tokoh masyarakat, Andi Muh.Nur, S.sos, Angkat bicara tentang upaya pencegahan penyebaran covid-19 yang gencar dilakukan oleh pemerintah.

"Pada pertemuan pengurus masjid /musholah yang paling banyak dibicarakan disoroti adalah masih terdapat warga yang melaksanakan ibadah berjamaah di masjid-musholah", Kata Muh.Nur

Menurut Nur Bambang sapaannya, Hal ini memicu polimik di masyarakat dengan terjadinya beragam tanggapan. Dan bahkan terdapat sejumlah oknum jama'ah yang masih nekat melakukan sholat berjamaah sekalipun sudah dilakukan Himbauan yang diteruskan dari Fatwa MUI", Katanya

"Kami berpandangan perlunya penegasan Pemerintah karena posisi para pengurus mesjid serba salah, ketika ada beberapa jama'ah mengambil perbandingan dengan adanya mesjid lainnya yang melaksanakan ibadah sholat berjamaah", Ujar Nur Bambang Mantan Wakil ketua DPD KNPI itu. pada media ini (via WhatsApp), Jum'at, (3/5/2020).

Lanjut Andi Muh.Nur, yang sekaligus ketua FossNA (Forum silaturahmi sahabat Nurdin Abdullah) BUTTA TOA Bantaeng, Salah satu pandangan bahwa untuk memaksimalkan himbauan, pemerintah kabupaten mesti hadir menutup sementara mesjid/musholah secara serentak diseluruh tempat dan dijaga, cuma petugas azan sholat 5 waktu dan petugas kebersihan yang bisa masuk.

"Hal ini untuk mendukung kebijakan pemerintah pusat agar masyarakat terhindar dari penyebaran virus corona, mengingat penyebarannya tidak nampak wujudnya. Bahkan menurut penjelasan dari pihak Kesehatan, Bahwa penyebaran virus corona ini bukan saja dari yang terindikasi gejala tapi juga bisa dari Orang Tanpa Gejala (OTG)," Ungkapnya

"Jadi kepada para jemaah agar bisa memahami ini semua, Bukan melarang Sholat akan tetapi melarang berkumpul jadi seharusnya untuk sementara waktu sholat berjamaah dilaksanakan di rumah saja, dan sholat Jum'at diganti dengan sholat Dzuhur", pesan Andi Muhammad Nur, (Andi nur Bambang) ketua pengurus mesjid AR- Rahman kompleks perumahan Arakeke, Kecamatan Bantaeng, Kabupaten Bantaeng Sulawesi Selatan.

(Jannah)
Editor: Ryawan.