Dugaan Pengancaman Terhadap Seorang Dokter

Dugaan Pengancaman Terhadap Seorang Dokter

Kamis, 14 Mei 2020


WARTABERITA.CO.ID:
AGAM - Tiga bulan masa kerja di pelayanan kesehatan puskesmas Matur oknum dr F di diberikan tanggung jawab oleh kepala Puskesmas.

Dari informasi beberapa petugas puskesmas Matur tim investigasi melakukan investigasi terhadap dr F yang diduga sebagai korban pengancaman.

Dimana Informasi yang di sampaikan oleh dr F di kantor Sekber media online & cetak dibawah naungan Dpw Garuda NI Sumbar beberapa hari yang lalu. dr F menuturkan kejadian yang menimpanya semenjak tiga bulan terakhir.

Puncak permasalahan terjadi pada tanggal 8/5 /2020 dr F mengantarkan surat dari Kadis Kesehatan dr Indra Rusli ke puskesmas.

Saat dr F datang  ke Puskesmas sudah mendengar kata-kata yang tidak bagus dari salah satu petugas dengan Inisial  MA Namun tidak saya hiraukan", Ucapnya

Kondisi saat itu Kepala Puskesmas  tidak berada di ruangannya.
Selang beberapa saat saya hampiri ruangan tata usaha. Tidak juga puas oknum tersebut menghampiri saya berjarak kurang lebih 1/2 meter, di saat mau pukul saya, ada dua orang yang menghalangi satu orang sopir dan satunya scurity.

Tidak berhenti sampai disitu oknum tersebut terus memaki saya dengan kata-kata yang tidak pantas, sepertinya oknum  tidak mengizinkan saya berada di puskesmas tersebut. Bahkan saya juga menerima lemparan dari gelas minuman.

Untuk meredakan situasi saya langsung pulang ke rumah. Sorenya saya kembali ke puskesmas juga tidak menemui kepala puskesmas, tidak berada di ruangannya. Pada akhirnya surat dari Kadiskes Agam saya titip sama bendahara", Tuturnya

Tepat tanggal 14/5/2020 dr F menginformasikan kondisi masalahnya pada kantor Sekber media oline  dan cetak bahwa dirinya telah melapor pada kepolisian sektor Matur dengan membuat laporan pengaduan tertanggal 13/5 Tujuan agar pelaku pengancaman terhadapnya dapat di pertanggung jawabkan di mata hukum.

Setelah informasi masuk ke WA ketua Sekber menghubungi Kadiskes Indra Rusli melalui via  Whatshappnya, Kadiskes cuma menanggapi dengan ucapan terima kasih atas  informasi yg kami sampaikan,

Kita sangat menyayangkan dalam situasi pendemik Covid- 19 ini tentunya pemerintah dan masyarskat sangat membutuhkan tenaga dokter setiap Rumah sakit dan Puskesmas sebagai garda terdepan,

Ternyata di Puskesmas Matur di bawah pimpinan Dinas Kesehatan Kabupaten Agam di usir dan dimaki bahkan sampai pengancaman oleh salah seorang petugas Puskesmas hentah siapa yg menyuruh sehingga kejadian seperti itu, sungguh sangat memalukan, Bahkan menurut keterangan waktu kejadian masyarakat yg datang berobat sudah begitu lama malahan disuruh pulang

Sewaktu dikomfirmasi lewat telpon Kepus Matur Halimah menyangkal bahwa dirinya tidak mengetahui sama sekali adanya kejadian tersebut. 

"Saat kejadian saya sedang tidak berada di kantor. Saya lagi mengikuti rapat dengan bupati Agam," katanya,

Menyangkut keterangan bahwa dengan dana TPP yang tidak di bayarkan pada dr F, Kepus Halimah seperti tidak bisa menjelaskan secara detail.

Kepus juga minta pada pihak independent untuk tidak mempublikasikan ke publik, karena masalah ini sudah jadi gengaman Dinas.

Disampaikannya kalau masalah sudah sampai ke Dinas Kabupaten kewenangan berikutnya ada sama dinas yang bersangkutan. Bukan sama saya di akhir pembicaraannya.

Kapolsek Matur IPTU Azari ketika di hubungi membenarkan adanya laporan pengaduan dari dr F.

Menurutnya, kita akan lakukan proses awal terhadap terlapor sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku", Ucap Kapolsek.

  (Anto/TIM)