Bupati Agam Ingatkan Camat dan Walinagari, Bantuan Yang Diserahkan Harus Transparan

Bupati Agam Ingatkan Camat dan Walinagari, Bantuan Yang Diserahkan Harus Transparan

Minggu, 17 Mei 2020

"Segenap Staf Dan Management Warta Berita Mengucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan 1441H "



WARTABERITA.CO.ID:
AGAM - Bupati Agam Provinsi Sumatera Barat Dr.H.Indara Catri untuk penyaluran Bantuan kepada masyarakat , diminta Para Camat dan Walinagari Harus Transparan Dalam Menyaluran bantuan Covid-19, baik Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Kemensos, Provinsi maupun bantuan dari Kabupaten serta Nagari.

“ Kita telah sepakat untuk mengambil keputusan serta sikap tegas. Agar semua nama penerima bantuan harus dipajang, sesuai kelompok bantuan yang diterima dan buatkan stikernya,” terang Bupati dua periode di saat berkunjung ke Kecamatan Canduang, pada Sabtu (16/5/2020).

Bupati,  menjelaskan untuk nama-nama penerima yang dipajang, dapat mempermudah Camat dan Wali Nagari dalam mengontrol dan mengkroscek data. Begitu juga dengan stiker, bisa mempermudah untuk mengontrol siapa yang belum dan sudah mendapatkan bantuan.

“Untuk menghindari masyarakat yang double menerima bantuan. Sehingga tidak terjadi kecemburuan sosial, karena faktanya sudah jelas,” sebut IC.

Bantuan Langsung Tunai ( BLT ) Kemensos dan provinsi dua minggu ke depan sudah tuntas 30 persen. Setelah itu masuk kepada BLT dana desa dan bantuan lainnya. Untuk itu, Bupati Agam mengharapkan penerima BLT dapat mencakup 70 persen.

Dalam hal ini  30 persen masyarakat lainnya berstatus sebagai pegawai, TNI, Polri dan Petani. Dalam hal ini disebutnya, petani tidak dibantu, karena mereka tidak terpapar dan masih diperbolehkan beraktivitas.

“Dalam hal ini kita perlu mendukung petani. Sebab BLT diyakini tidak bakal mencukupi untuk satu keluarga, maka masyarakat disubsidi oleh sektor pertanian. Syukur bagi masyarakat yang memiliki tabungan, bisa mengambil BLT ditambah tabungan dan subsidi pertanian, kalau tidak bagaimana,” terang Indra Catri cagub Sumbar ini.

Dalam hal ini, Wali Nagari Canduang Koto Laweh, Kecamatan Canduang, Syahendra menerangkan bahwa BLT Kemensos dan Provinsi sebagian di nagari itu telah disalurkan dan sudah dimanfaatkan oleh masyarakat.

Sementara itu, untuk BLT dana desa, saat ini pihaknya tengah memvalidasi data. Karena di Canduang Koto Laweh hanya 30 persen penerima BLT dana desa, sisanya akan diusulkan ke kabupaten.

“ Selanjutnya, saat kini ada 89 KK lagi masyarakat kita yang tidak termasuk dalam kuota 30 persen penerima BLT dana desa. Untuk itu, kita berharap masyarakat bersabar dan jangan mengeluarkan statemen yang tidak baik terkait bantuan ini. Dan jika masih ada yang ragu masalah tentang data, silahkan tanya ke kantor nagari,” ungkapnya.

( Anto )