Dengan Adanya Masjid yang Buka Untuk Ibadah, Tim Gugus Covid-19 Evaluasi Himbauan MUI di Bantaeng -->

Dengan Adanya Masjid yang Buka Untuk Ibadah, Tim Gugus Covid-19 Evaluasi Himbauan MUI di Bantaeng

Selasa, 28 April 2020



WARTABERITA.CO.ID:
BANTAENG - Melihat Penomena masyarakat yang masih melaksanakan  ibadah sholat berjamaah di Masjid, Tim Gugus Penanganan Covid-19 Bantaeng melakukan pertemuan dengan sejumlah pengurus mesjid untuk menyamakan persepsi dalam menjalankan
himbauan (MUI) untuk tidak melaksanakan sholat berjamaah di masjid

Tim Gugus Penanganan Covid-19 kabupaten Bantaeng setelah sebelumnya melakukan himbauan secara Door To Door dengan mendatangi langsung masjid-masjid, Kali ini mengundang sejumlah pengurus mesjid kabupaten Bantaeng untuk pertemuan di masing-masing Kecamatan.

Tim Gugus yang hadir adalah, Mewakili bupati Bantaeng, Asisten satu bidang pemerintahan, Hartawan Zainuddin, Kapolres Bantaeng AKBP Wawan Sumantri,ST,SH, MH. Dandim 1410 Bantaeng, Letkol CZI Tambohule Wulaa,S.ip, Kadis Kesehatan Bantaeng, dr.Andi Ihsan, Ka.Kantor Kemenag Bantaeng, Muhammad Yunus.

Tim tersebut melakukan pencerahan dan dialog menyamakan persepsi dengan sejumlah pengurus masjid di dua kecamatan secara bergantian yakni kecamatan Bantaeng dan kecamatan Ermes.

Pada umumnya pengurus masjid di dua kecamatan tersebut menyatakan bahwa terkait himbauan MUI bukan tidak dijalankan, Namun sebagian masyarakat awam belum begitu paham akan bahaya covid-19 ini.

Mengawali penyampaian Asisten satu Hartawan Zainuddin, menjelaskan bahwa pertemuan ini untuk menyamakan persepsi untuk patuh pada himbauan pemerintah dan MUI untuk mencegah penularan covid-19 ini.

Dilanjutkan Dandim 1410 yang mengajak warga untuk solid menjalankan himbauan pemerintah.

"Ini bukan semata-mata tugas pemerintah, tapi tugas kita semua.Karena covid-19 ini tidak berwujud, Jadi kita semua harus patuh pada Himbauan termasuk untuk tidak berkumpul. Jadi bukan melarang Sholat dimesjid permasalahannya adalah ketika dilarang berkumpul", Jelas Dandim

Senada dengan Kapolres Bantaeng bahwa bukan Sholatnya ditiadakan, akan tetapi kegiatan Sholat di mesjid yang ditiadakan untuk sementara waktu.Dan dilaksanakan dirumah saja.

"Patutlah bersyukur Bahwa Bantaeng menjadi percontohan di wilayah lainnya dalam penanganan pencegahan covid-19 ini. Maka dari itu kekompakan disemua elemen masyarakat untuk patuh pada himbauan pemerintah untuk kepentingan bersama." Ujar Kapolres.

Kemenag Bantaeng, Muhammad Yunus jelaskan bahwa covid-19 ini adalah sebagai ujian dan cobaan yang diturunkan Allah SWT,  Dan niat saat ini bagaimana menjaga diri kita dan keluarga kita.

"Masjid adalah tempat beribadah yang dilipat gandakan pahalanya, Namun dengan kondisi saat ini kita tidak mau menjadikan masjid tempat yang dapat menjadi atau terjadinya penyebaran virus yang bisa menyebabkan kematian bagi saudara-saudara kita", Lanjut kemenag.

Sementara itu Kadis Kesehatan Bantaeng dr.Andi Ihsan menjelaskan perlunya perhatian khusus masyarakat akan bahaya virus Corona ini. Dia menegaskan bahwa kondisi warga yang kelihatan sehatpun tidak ada jaminan kalau orang tersebut terbebas dari virus Corona.

Menurutnya, Pemerintah mengimbau untuk tidak berkumpul termasuk himbauan MUI tentang larangan tidak beribadah di masjid bukan Tanpa alasan.

"Tanggal 13 April  Presiden RI sudah menetapkan virus Corona di Indonesia sebagai bencana nasional", Ungkap dr.Andi Ihsan

Untuk Bantaeng sendiri masuk sebagai daerah darurat bencana. Alasannya dalam pemantauan dan pendataan dengan sistem
Data by name by address bahwa terdapat 1471 Orang yang masuk di Bantaeng dari daerah lain termasuk dari daerah yang sudah terpapar Pandemi covid-19.

"Sekalipun itu kita sudah melakukan penanganan secara massif sesuai protap kesehatan.Namun belum ada jaminan orang tersebut terbebas dari virus corona karena juga ada dibeberapa wilayah yang menemukan penderita virus Corona dengan tanpa gejala. Jadi yang diperketat saat ini adalah pembatasan berinteraksi atau jaga jarak dan memakai Masker," Bebernya.

Dia juga mengatakan bagaimana jika ditemukan satu orang saja jama'ah yang terpapar Corona, Maka seluruh yang jama'ah yang pernah beribadah bersama-sama dengannya akan diisolasi selama 14 hari dirumah tidak bisa kemana-mana.

Dari pembahasan Tim Gugus dan pengurus masjid, Sebagian besar sependapat yang terwakilkan dari pernyataan salah satu pengurus masjid ternama di Bantaeng.

"Kami sebagai pengurus mesjid pada dasarnya mendukung himbauan pemerintah dan MUI, Namun kami mengharapkan pemerintah menerapkan bukan sekedar himbauan tetapi ada ketegasan seperti penerapan sanksi, Dan pemerintah harus hadir untuk mengawasinya", Harap HM.Tamrin Labandu, Ketua pengurus mesjid Taqwa Tompong.

"Beda tempat beda pemahaman, Jadi harus ada kekompakan, Contohnya jika masih ada mesjid lain yang buka untuk beribadah maka akan menjadi acuan pada tempat lain untuk melakukan hal yang sama, Maka dari itu harus ada kekompakan dan penegasan", Pungkasnya.

(Ryawan).