Antisipasi Kejahatan Malam, Personil Gabungan Gencar Patroli -->

Antisipasi Kejahatan Malam, Personil Gabungan Gencar Patroli

Kamis, 23 April 2020


WARTABERITA.CO.ID:
BANTAENG - Personil Polres Bantaeng dibantu personil Kodim 1410 Bantaeng, Dishub, Satpol PP dan Damkar melakukan patroli gabungan jelang Ramadhan. Operasi yang berlangsung pada Rabu malam, 22 April 2020 ini, guna mengantisipasi kejahatan malam.

Kapolres Bantaeng, AKBP Wawan Sumantri mengatakan, rawan terjadi kriminalitas di masa pandemi selama program asimilasi. Sehingga Kepolisian melakukan langkah antisipatif dalam bentuk patroli skala besar.

"Tentunya bebasnya narapidana melalui program asimilasi banyak pengaruhi tingkat kriminalistas di Indonesia. Hal itu perlu disikapi dengan langkah-langkah di antaranya lakukan patroli skala besar. Bulan ramadhan tiba, persiapan kita harus melaksanakan pengamanan," Ujar AKBP Wawan Sumantri.

Selain menyoal kriminalitas, Operasi gabungan itu menyasar pula masyarakat yang berkumpul.

"Kita mampir di kerumunan masyarakat disampaikan untuk pulang ke rumah dan jaga jarak," Bebernya.

Menurut dia, Berdasarkan analisis ahli, belum ada yang bisa memastikan kapan covid-19 ini berakhir.

Pengamananpun harus digencarkan petugas guna memberi rasa aman terhadap masyarakat, khususnya di Kabupaten Bantaeng.

"Masih akan berlangsung, belum ada hasil analisis untuk sampai kapan puncak pandemi ini. Tentunya selama berjalannya wabah atau pandemi ini banyak masyarakat kita yang terimbas, Tentunya dari segi kegiatan yang berakibat terhadap pendapatan perekonomian masyarakat," Jelasnya.

Selama masa Ramadhan, pihak berwajib pun memastikan pengamanan terhadap seluruh warga Bantaeng. Termasuk menghalau pemudik.

"Hal yang berbeda dari ramadhan sebelumnya, kita memberi rasa aman kepada jema'ah saat sholat dan lencarkan arus lalulintas. Namun sekarang, kita mengarahkan dan mengimbau masyarakat untuk shalat tarawih di rumah, kemudian kerumunan kita harus beri tahu untuk  jaga jarak," Beber Wawan.

"Operasi ketupat yang sedianya dilaksankan H -10 tapi karena perintah Presiden Joko Widodo, bahwa mudik itu dilarang. Mudik dilarang seluruhnya sehingga polri dapat perintah untuk operasi ketupat dimulai segera. Intinya untuk menghalau pemudik," Tutup Wawan.

(***/Jannah)
Editor: Redaksi