Liestiaty F Nurdin: Istilah New Normal Saja Masih Baru -->

Liestiaty F Nurdin: Istilah New Normal Saja Masih Baru

Rabu, 10 Juni 2020


WartaBerita.co.id - Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Hj Liestiaty F Nurdin memaparkan bagaimana kesiapan Sulsel guna menerapkan “New Normal”. Era di mana penerapan protokol kesehatan menjadi hal mutlak dalam menjalani kehidupan sehari-hari yang sedianya dijalankan Pemerintah awal Juli mendatang.

Hal itu disampaikan di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Makassar, Rabu, (10/06/20). Dia berbicara selama kurang lebih 5 menit 18 detik bersama Rifa Majid, Host dari salah satu stasiun radion FM di Makassar.

Dikatakan bahwa era New Normal merupakan hal sangat baru bagi masyarakat. Sebelum diterapkan nanti, harus diawali dengan sosialisasi secara masif agar masyarakat benar-benar memahami dan mematuhi ketentuan yang mendasari dan mengikuti kebijakan tersebut.

“Istilah New Normal saja masih baru. Jadi betul-betul harus kita sosialisasikan ke masyarakat”, tutur Lies.

Menurutnya, masyarakat baru saja diperhadapkan dengan PSBB (Pemberlakuan Sosial Berskala Besar), itu pun baru sebagian yang memahami secara detail. Karenanya New Normal tidak boleh diterapkan begitu saja, semua pihak harus memberi penjelasan dengan harapan virus corona tidak semakin meluas menjangkiti masyarakat.

“PSBB mungkin mereka tahu, harus pakai masker, jaga jarak, jangan berkumpul di tempat keramaian. Makanya dengan adanya istilah New Normal, itu harus kita sosialisasikan ke 22 Kabupaten/Kota lainnya”, ujar dia.

Betapa tidak, PSBB di Sulsel hanya diterapkan di dua daerah yakni Kabupaten Gowa dan Kota Makassar. Sehingga daerah lain perlu mendapat perhatian lebih.

“Apalagi Sulawesi Selatan ini luas, terdiri dari 24 Kabupaten/Kota. Kalau tidak salah yang kena PSBB kemarin hanya dua ya, Gowa dan Makassar”, kata Lies.

Ini yang menjadi alasan Lies, menganggap jika Sulsel belum sepenuhnya bisa menerapkan New Normal. Belum lagi dengan istilah lain yang kata dia, mungkin juga digunakan serta dapat membingungkan masyarakat.

(***/Jannah)
Editor: Ryawan