Seko kini, Catatan Andi Hasdullah

Seko kini, Catatan Andi Hasdullah

Jumat, 03 Januari 2020




Wartaberita.co.id - Seko, Adalah daerah yang terisolir jauh dari hingar bingar kehidupan masyarakat pada umumnya, Pemangku Adat mengakui Masyarakat Seko sendiri belum merasakan kemerdekaan sesungguhnya, Dari generasi ke generasi terkungkung dengan kehidupan tradisional.

Pemangku Adat Tomakaka sebagai dewan adat atas nama masyarakat Seko, Memberikan seekor Ayam jantan warna putih kepada Gubernur sulawesi selatan Prof.DR.HM.Nurdin Abdullah, M.agr.

Makna yang terkandung dalam pemberian ayam tersebut dimana Ayam jantan warna putih sebagai simbol bagi seorang pemimpin dengan hati yang tulus bersih membela rakyatnya, Gubernur bagi masyarakat Seko adalah pahlawan kemerdekaan,
Dikutip dari pernyataan pemangku adat saat prosesi penjemputan di pendopo Rasang Pukobuang,

Kami Tim Media menggali Apa yang menjadi alasan penilaian itu, Sebagai Tufoksi yang memberikan informasi publik, Kadis kominfo-Sp Provinsi Sulsel, Andi Hasdullah menguraikan tentang pembangunan Seko.

"Gubernur akan mendorong daerah Seko (Luwu utara) menjadi kota mandiri dan kawasan  pertumbuhan ekonomi baru di Sulsel, Konsep tersebut berdasar pada dukungan potensi alam dengan wilayah yang luas serta posisi letak daerah Seko yang strategis, Segi tiga emas (golden triangle location) yang menghubungkan provinsi sulawesi barat,sulawesi Sulawesi Selatan", Ungkap Andi Hasdullah saat diambil keterangannya tim media di hamparan rumput Padang sapana saat perjalanan pulang dari Seko.Rabu (1/1/2020)

Masih keterangan Hasdullah, Seko sepanjang 130 km sudah tembus dan sedang di rampungkan, Sehingga akses ke Seko saat ini sudah bisa ditempuh dengan kendaraan roda empat.

"Sebelumnya hanya dapat ditempuh dengan motor dalam waktu 1-2 hari, Kondisi tersebut mengakibatkan harga sembilan bahan pokok dan barang kebutuhan lainnya sangat tinggi",Ungkap Andi Hasdullah

"Masa depan Seko ditangan Nurdin Abdullah, Kini (The New Seko) Setelah 74 tahun kemerdekaan, Masyarakat seko sudah dapat menikmati akses jalan yang sedang dikerjakan, Kondisi ini berpengaruh langsung  terhadap harga barang kebutuhan masyarakat di Seko yang relatif sudah stabil dan terjangkau", urai Hasdullah

Lebih jauh , Progres pembangunan kondisi jalan saat ini juga sudah dapat mendukung distribusi produksi pertanian masyarakat disana yang akan berdampak terhadap peningkatan pendapatan dan kesejahtraan masyarakat.

Menurut Andi Hasdullah, Seko kedepan akan menjadi pilihan pengguna jalan yang menuju  sulteng karena jarak yan lebih dekat yang sebelumnya 600 Km kini hanya 200 Km.

"Begitu pula Peningkatan produksi pertanian akan berkembang sesuai potensi  alam yang tersedia, Disini banyak potensi misalnya pengembangan ternak kerbau/ sapi, perkebunan dan pangan hortikultra dan berbagai komoditi ekport lainnya", Kata Hasdullah

"Pembangunan infrastruktur jalan Sabbang- Seko akan dikerjakan terus sampai tuntas secara menyeluruh jalan aspal yang mantap, Kalau kondisi jalan sudah aspal tentu dampaknya akan mendorong perputaran ekonomi daerah Seko dan sekitarnya," Jelas Hasdullah.

"Pekerjaan selanjutnya adalah bagaimana melakukan identifikasi dan inventarisasi potensi daerah (potensi pertanian, potensi wisata) yang tersedia disini untuk selanjutnya dimulai dengan perencanaan yang baik dengan membuat studi kelayakan pengembangan kawasan pertumbuhan baru daerah ini, Gubernur sudah mengatakan untuk membangun Seko, Kedepannya sudah akan ditata, dan akan melakukan kajian kajian untuk kebutuhan pendukung termasuk master plannya," Tutup Andi Hasdullah.
(Kominfo/red)

Editor: Ryawan